Kemensos arahkan Pendamping PKH, Tagana, dan KSB, Bantu Korban Gempa Lombok

Kemensos arahkan Pendamping PKH, Tagana, dan KSB, Bantu Korban Gempa Lombok


Gempa bumi 7 SR yang mengguncang wilayah di Nusa Tenggara Barat memberikan dampak yang luas  dan Kementerian Sosial RI langsung mengerahkan seluruh Pendamping PKH, Siaga Bencana (Tagana), dan Kampung Siaga Bencana (KSB) yang ada di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya untuk membantu korban gempa, melakukan konsolidasi, dan saling menginformasikan kondisi di wilayahnya masing-masing pascagempa yang mengguncang Lombok, pada Minggu (5/8/2018).

Gempa lombok

Mensos Idrus Marham mengungkapkan, personel Tagana yang berada di NTB sebanyak 589 orang, jumlah Pendamping PKH di NTB 1.125 orang dan 12 KSB untuk terus aktif memberikan bantuan dan melakukan konsolidasi.  Sementara itu dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kementerian Sosial juga telah berada di Lombok untuk membantu korban bencana Gempa ini.

Dalam proses membantu masyarakat korban gempa ini, tim juga menyalurkan bantuan dan pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, dan papan. "Nanti dari asesmen kita akan lihat di mana saja titik terparah, korban yang terbanyak di titik mana saja, dan berapa banyak jumlah pengungsi, untuk segera kita siapkan dapur umum dan layanan dukungan psikososial. 

Begitu juga dengan jumlah dapur umum tentu akan bertambah dari dapur umum yang telah kita dirikan sejak gempa sebelumnya yakni di Kecamatan Sembalun, Kecamatan Sambelia, dan Kecamatan Bayan," terangnya. 

Share:

No comments:

Post a Comment

Recent Posts