Bireuen, (13 Mei 2018) – Pendamping PKH
bukan malaikat, ini adalah istilah yang hendak diuraikan penulis dalam tulisan
satu ini. Mengapa demikian?
Seorang Pendamping PKH hanyalah seorang
manusia yang punya rasa dan juga cerita. Namun dalam perjalanan kisah hidup
banyak yang menjabarkan bahwa mereka punya hati selelmbut sayap-sayap malaikat.
Hal ini pula yang dituliskan Korkab PKH Kabupaten Bireuen Muhammad Faisal, ST dalam
puisi berikut ini :
“Bila
Aku, Kita”
Oleh
: Muhammad Faisal, ST
Bila
aku, kita
Aku
sedang berhenti
Kadang
kala diri ini terbeban juga
Maka,
Tegurlah,
bukan menghukum
Sayangilah,
bukan memfitnah
Maafkanlah,
bukan membenci
Mudahkanlah,
bukan menyesali
Jadi,
Ingatlah
aku
Bukan
menggila
Karena
diri ini masih lemah
Mudah
terlupa, mudah terluka
Dan
aku Cuma musafir
Yang
perlukan panduan
Untuk
meneruskan perjalanan…
Bireuen
12 Mei 2018
Puisi yang ditulis tangan oleh Korkab PKH Kabupaten Bireuen
Dalam puisi ini menyiratkan banyak makna
dan diantaranya yang penulis petik intisarinya adalah :
1. Pendamping PKH adalah seorang manusia
biasa yang dapat terluka hatinya laksana manusia lainnya.
2. Pendamping PKH adalah seorang manusia
yang memiliki jiwa sosial namun tidak terlepas oleh kekurangan.
Oleh karena itu, tegurlah kami bila
salah dan ingatilah kami bila ada kekurangan. Jangan hakimi kami tanpa ada
teguran…
Salam sejahtera,
Penulis,
Pendamping PKH Kecamatan Juli
Kabupaten Bireuen









No comments:
Post a Comment