• Rapat Koordinasi Bulanan PPKH Bireuen Bulan Agustus 2018

    "Koordinator PPKH juga Mengevaluasi dan memberikan informasi yang akan di laksanakan di bulan Agustus ini.

  • Pendamping PKH Harus Profesional Mengawal Bansos

    Menteri Sosial Idrus Marham Mengharapkan kepada Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk mengawal pelaksanaan bantuan sosial non tunai.

  • PENDAMPING PKH BIREUEN

    Photo Bersama Keluarga Besar PKH Kabupaten Bireuen Menjelang Puasa Ramadhan 1439 H/ 2018 M.

  • PENDAMPING PKH BIREUEN

    Photo Bersama Keluarga Besar PKH Kabupaten Bireuen Menjelang Puasa Ramadhan 1439 H/ 2018 M.

  • GATHERING FAMILY PKH

    Rihlah Bersama Pendamping PKH Kabupaten Bireuen Bersama DInas Sosial, dan Pihak Bansos di laut Jangka.

  • Pertemuan Kelompok PKH Bireuen

    Kegiatan pertemuan bulanan ini dilakukan di desa Bireuen Meunasah Reuleut. Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang datang sangat antusias. Pertemuan bulanan ini juga bersamaan dengan kegiatan posyandu dari stackholder para ibu ibu Bidan desa

  • PKH MENYAPA JEUMPA

    Pendamping PKH Kecamatan Jeumpa memberikan motivasi sambil bercerita dengan anak-anak KPM.

Imsakiyah Ramadhan PKH Bireuen 2018

Marhaban Ya Ramadhan...



Sebentar lagi kita memasuki bulan suci ramadhan. Bulan Barokah dan Maghfirah ini menjadi momentum untuk beribadah kepada Allah SWT. Salah satu yang perlu kita siapkan selain persiapan fisik dan mental adalah mempersiapkan sebuah imsakiyah ramadhan. Imsakiyah ramadhan selalu menjadi secarik kertas yang di cari untuk mengetahui jadwal jadwal pelaksanaan ibadah puasa.

Khususnya bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM PKH Bireuen) pada tahun 2018 akan di dibagikan imsakiyah ramadhan dengan nuansa Keluarga Besar PKH Kabupaten Bireun. InsyaAllah kordinator masing masing kecamatan nanti nya akan membagikan imsakiyah ini secara gratis.


Semoga dengan adanya imsakiyah ramadhan bisa bermanfaat untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang akses Meunasah atau mesjid nya agak jauh di pedalaman bisa mengetahui sendiri jadwal untuk melaksakan ibadah puasa, mulai dari waktu imsak, waktu shalat sampe waktu berbuka puasa. ini juga sebagai bentuk rasa cinta dan kesenangan pendamping PKH Bireuen akan hadirnya bulan suci ramadhan. Hal ini disampaikan oleh kordinator Pogram keluarga Harapan Kabupaten Bireuen, Muhammad Faisal, ST di sela sela kegiatan Family Gathering Pendamping PKH Bireuen di Laut Jangka.

Sumber jadwal yang digunakan berasal dari situs web resmi direktorat jenderal Bimbingan masyarakat Islam (https://bimasislam.kemenag.go.id/jadwalimsyakiyah) , dimana posisi jadwal yang kami buat ini adalah untuk wilayah Kabupaten Bireuen khususnya. bagi Kawan kawan jika ingin melihat jadwal imsakiyah wilayahnya bisa langsung menuju ke link situs resminya.

Untuk kawan kawan yang ingin menggunakan background imsakiyah ramadhan ini bisa mendownloadnya dengan cara menghubungi di no WA 081290714337. nanti akan di bagikan secara gratis dan kawan kawan bisa menyetting nya sendiri sesuai dengan jadwal imsakiyah wilayah masing masing.




Share:

Nek Suh Lelaki Tua Renta Di Simpang Mulia, Pendamping PKH Mengunjunginya




Gubuk reot kekakayaannya seakan istana mewah menunggu Malaikat Izrail menjemputnya. Namun apa di kata Allah belum berkehendak.

Bireuen, (09 Mei 2018) - M. Yusuf Puteh merupakan salah satu penduduk di Desa Simpang Mulia Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen dengan kondisi yang sangat memilukan. Mengapa tidak?
Di umurnya yang lebih 70 tahun dengan kondisi sakit-sakitan dan tidak bisa bergerak, ia harus hidup sendiri. Tidak bisa berjalan, hanya mampu bergeser dengan posisi duduk, sungguh begitu sulit menjelaskan bagaimana keadaan pahit yang di alami laki-laki tua itu. Sudah 5 tahun sakit berat, tak ada yang mengurusnya dengan baik. Anaknya juga dengan kondisi yang dibelenggu kemiskinan. Anak perempuannya adalah seorang janda yang punya 4 orang anak sedangkan anak laki-lakinya dengan kondisi yang kurang sehat.



Selama ini nek suh tinggal sendiri di gubuk yang tidak layak itu, sedangkan anak perempuannya di bekas rumah sekolah yang menafkahi 4 buah hatinya dari penghasilan Rp. 60.000 sehari. Sungguh saya bingung bagaimana menulis kisah pilu ini, saya tidak tahu memulai cerita dari mana, hanya air mata yang bercucuran ketika melihat nek suh di gubuk kayu yang tak layak huni itu. Mungkin saudara-saudaraku sesudah melihat sendiri keadaan nek suh, saya yakin juga akan bingung bagaimana menceritakannya, selain dari kata “Memprihatinkan”.


Mengapa mata kita gelap terhadap kondisi di sekitar kita?
Mengapa kita hanya fokus pada satu titik saja?
Mari ulurkan tangan, bantu nek suh dari deritanya
Angkat ia dari kesakitan dan mari kita sembuhkan ia dengan kebahagian…


Bagi yang ingin membantu dapat menghubungi ke kontak WA :
Fauzan : 08128888541

Pendamping PKH Kecamatan Jeumpa




Penulis,
Muhammad Razanur, S.P
Pendamping PKH Kabupaten Bireuen
Share:

APA ITU PROGRAM KELUARGA HARAPAN?




Program Keluarga Harapan yang selanjutnya disebut PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan, sejak tahun 2007 Pemerintah Indonesia telah melaksanakan PKH. Program Perlindungan Sosial yang juga dikenal di dunia internasional dengan istilah Conditional Cash Transfers (CCT) ini terbukti cukup berhasil dalam menanggulangi kemiskinan yang dihadapi negara-negara tersebut, terutama masalah kemiskinan kronis.

Sebagai sebuah program bantuan sosial bersyarat, PKH membuka akses keluarga miskin terutama ibu hamil dan anak untuk memanfaatkanberbagai fasilitas layanan kesehatan (faskes) dan fasilitas layanan pendidikan (fasdik) yang tersedia di sekitar mereka. Manfaat PKH juga mulai didorong untuk mencakup penyandang disabilitas dan lanjut usia dengan mempertahankan taraf kesejahteraan sosialnya sesuai dengan amanat konstitusi dan Nawacita Presiden RI.

Melalui PKH, KPM didorong untuk memiliki akses dan memanfaatkan pelayanan sosial dasar kesehatan, pendidikan, pangan dan gizi, perawatan, dan pendampingan, termasuk akses terhadap berbagai program perlindungan sosial lainnya yang merupakan program komplementer secara berkelanjutan. PKH diarahkan untuk menjadi tulang punggung penanggulangan kemiskinan yang mensinergikan berbagai program perlindungan dan pemberdayaan sosial nasional.

Program prioritas nasional ini oleh Bank Dunia dinilai sebagai program dengan biaya paling efektif untuk mengurangi kemiskinan dan menurunkan kesenjangan antar kelompok miskin, juga merupakan program yang memiliki tingkat efektivitas paling tinggi terhadap penurunan koefisien gini. Berbagai penelitian lain menunjukkan bahwa PKH mampu mengangkat penerima manfaat keluar dari kemiskinan, meningkatkan konsumsi keluarga, bahkan pada skala yang lebih luas mampu mendorong para pemangku kepentingan di Pusat dan Daerah untuk melakukan perbaikan infrastruktur kesehatan dan pendidikan.

Penguatan PKH dilakukan dengan melakukan penyempurnaan proses bisnis, perluasan target, dan penguatan program komplementer. Harus dipastikan bahwa keluarga penerima manfaat (KPM) PKH mendapatkan subsidi BPNT, jaminan sosial KIS, KIP, bantuan Rutilahu, pemberdayaan melalui KUBE termasuk berbagai program perlindungan dan pemberdayaan sosial lainnya, agar keluarga miskin segera keluar dari kungkungan kemiskinan dan lebih sejahtera. 

Misi besar PKH dalam menurunkan kemiskinan terlihat nyata semakin mengemuka mengingat jumlah penduduk miskin Indonesia pada tahun 2017 terjadi penurunan kemiskinan dari 10,64% pada bulan meret 2017 menjadi 10,12% pada bulan September 2017 dari total penduduk atau 27.771.220 jiwa penduduk pada bulan Maret menjadi 26.582.990 jiwa penduduk pada bulan September dengan total penuruan penduduk miskin sebanyak 1.188.230 atau penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 0.58% (BPS,2017). 

Sasaran PKH merupakan keluarga miskin dan rentan yang terdaftar dalam Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin yang memiliki komponen kesehatan dengan kriteria ibu hamil/menyusui, anak berusia nol samapai dengan enam tahun. Komponen pendidikan dengan kriteria anak SD/MI atau sederajat, anak SMA/MTs atau sederjat, anak SMA /MA atau sederajat, dan anak usia enam sampai 21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun. Sejak tahun 2016 terdapat penambahan komponen kesejahteran sosial dengan kriteria lanjut usia diutamakan mulai dari 60 (enam puluh) tahun, dan penyandang disabilitas diutamakan penyandang disabilitas berat.

KPM PKH harus terdaftar dan hadir pada fasilitas kesehatan dan pendidikan terdekat. Kewajiban KPM PKH di bidang kesehatan meliputi pemeriksaan kandungan bagi ibu hamil, pemberian asupan gizi dan imunisasi serta timbang badan anak balita dan anak prasekolah. Sedangkan kewajiban di bidang pendidikan adalah mendaftarkan dan memastikan kehadiran anggota keluarga PKH ke satuan pendidikan sesuai jenjang sekolah dasar dan menengah. KPM yang memiliki komponen kesejahteraan social berkewajiban memberikan makanan bergizi dengan memanfaatkan pangan lokal, dan perawatan kesehatan minimal satu kali dalam satu tahun terhadap anggota keluarga lanjut usia mulai dari 70 (tujuh puluh) tahun, dan meminta tenaga kesehatan yang ada untuk memeriksa kesehatan, merawat kebersihan, mengupayakan makanan dengan makanan lokal bagi penyandang disabilitas berat.

Penyaluran bantuan sosial PKH diberikan kepada KPM yang ditetapkan oleh Direktorat Jaminan Sosial Keluarga. Penyaluran bantuan diberikan empat tahap dalam satu tahun, bantuan PKH diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
Nilai bantuan merujuk Surat Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Nomor 26/LJS/12/2016 tanggal 27 Desember 2016 tentang Indeks dan Komponen Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan Tahun 2017. Komponen bantuan dan indeks bantuan PKH pada tahun 2017, sebagai berikut:
a. Bantuan Sosial PKH Rp. 1.890.000
b. Bantuan Lanjut Usia Rp. 2.000.000
c. Bantuan Penyandang Disabilitas Rp. 2.000.000
d. Bantuan Wilayah Papua dan Papua Barat Rp. 2.000.000

Info selengkapnya silahkan klik http://www.pkh.kemsos.go.id/
Share:

Pendamping PKH Kecamatan Jeumpa Laksanakan Program PKH Menyapa




Bireuen, (07 Mei 2018) – Desa Blang Rheum menjadi tempat perdana pelaksanaan Program PKH Menyapa pada hari minggu tanggal 04 Maret 2018. Program PKH Menyapa dilaksanakan sebulan sekali dengan tujuan memotivasi anak-anak KPM untuk meningkatkan minat belajar dan memotivasi untuk mewujudkan cita-cita. Meliputi anak KPM desa Blang Rheum, Blang Seunong, Paloh Panyang, Seuneubok Lhong, Kuta Meuligoe dari khort 2012 sampai 2018 yang dihadiri 100 anak KPM dengan jenjang pendidikan SD.

Kegiatan ini diawali dengan mengumpulkan anak-anak KPM di Mushola Desa Blang Rheum dan Program PKH Menyapa adalah kegiatan belajar sambil bermain. Para Pendamping PKH Kabupaten Bireuen sangat memahami bahwa tugas mendampingi bukan hanya sebuah kaharusan tapi niat tulus yang dibarengi keikhlasan nyata. Menjadi Pendamping PKH adalah anugerah yang sangat indah, dimana tugas ini dapat menjadi ladang pahala.

Minggu, 06 Maret 2018 adalah pertemuan kedua dari Program PKH Menyapa yang dilaksanakan dari jam 09.00 WIB s.d. 12.00 WIB. Pendamping PKH Kecamatan Jeumpa memberikan motivasi sambil bercerita dengan anak-anak KPM. Kegiatan seperti ini patut diapresiasi dengan baik dan mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat.

Dokumentasi Lengkap Program Menyapa di Desa Blang Rheum Kecamatan Jeumpa


Anak-anak KPM sedang mendengarkan motivasi

Proses belajar sambil bermain

Proses belajar dengan pembagian anak KPM berdasarkan jenjang sekolah

Anak-anak KPM lagi berbaris untuk bermain game

Anak-anak KPM lagi dibagikan snack sama Pendamping PKH


Senyum bahagia adalah dengan berbagi kebaikan bersama anak-anak

Lagi diatur barisan untuk dibagikan kelompok belajar

Penulis,

Muhammad Razanur, S.P
Pendamping PKH Kabupaten Bireuen

Share:

PENDAMPING PKH ADAKAN PERTEMUAN BULANAN DENGAN KELUARGA PENERIMA MANFAAT DI KECAMATAN JEUNIB




Bireuen, (07 Mei 2018) – Desa Dayah Baro Kecamatan Jeunib merupakan tempat pertemuan bulanan yang dilaksanakan oleh Pendamping PKH wilayah Kecamatan Jeunib. Para Pendamping PKH melaksanakan kegiatannya dengan tujuan untuk melakukan koordinasi dan intruksi tentang perkembangan Program Keluarga Harapan (PKH) yang akan datang. Dalam hal ini Pendamping PKH Kecamatan Jeunib Kabupaten Bireuen didorong untuk memiliki akses dan memanfaatkan pelayanan sosial dasar kesehatan, pendidikan, pangan dan gizi, perawatan, dan pendampingan, termasuk akses terhadap berbagai program perlindungan sosial lainnya yang merupakan program komplementer secara berkelanjutan.


Adapun KPM yang hadir pada pertemuan bulanan yang dilakukan oleh Pendamping PKH Kecamatan Jeunib adalah KPM Desa Dayah Baro, Desa Blang Neubok, Desa Lueng Teungoh, Desa Dayah Blang Raleu, Desa Dayah Baro, Desa Janggot Seungko, Desa Ulee Gajah, Desa Mns Kota, Desa Keude Jeunieb Dan Desa Mns Blang. Pertemuan tersebut KPM diarahkan untuk menjadi tulang punggung penanggulangan kemiskinan yang mensinergikan berbagai program perlindungan dan pemberdayaan sosial nasional.

Pendamping PKH Kecamatan Jeunib yang membuat pertemuan bulanan terdiri dari :
Bapak Zulfadlurrazi, S.Pi, Bapak Muhammad Amin, S.Pdi, Bapak Syukris Ar. ST, Bapak Subhanuddin, S.Pdi, Ibu Dara Ramadhani, S.P, Ibu Maryamah, SKM, Ibu Mutia Fajar, SKM dan Asrita,S.Pd


Dokumentasi lengkap kegiatan Pertemuan Bulanan KPM di Desa Dayah Baro Kecamatan Jeunib.






Penulis,
Muhammad Razanur, S.P
Pendamping PKH Kabupaten Bireuen
Share:

Pendamping PKH dan Balai Baca Menyikapi Tapak Tilas Anak Perbatasan Melalui Kegiatan Ransel Baca




Bireuen, (06 Mei 2018) – Suka Tani adalah sebuah desa yang terletak di perbatasan Kabupaten Bireuen dengan Bener Meriah dari arah selatan pusat Kota. Sebuah desa yang sangat jauh akses jarak namun tidak tergolong desa tertinggal. Desa Suka Tani merupakan kawasan lahan sawit milik swasta yang sebagian besar penduduknya bermata pencarian buruh tani. Dibalik itu semua, ada anak-anak desa yang bermain ceria. Menyikap tapak tilas anak perbatasan memberikan kesan kusus bagi Koordinator Kabupaten PKH Muhammad Faisal, ST.


Pendamping PKH wilayah Kecamatan Juli Muhammad Razanur, SP menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak terlepas dari kerjasama yang baik antara Perangkat Desa Suka Tani, Keluarga Penerima Manfaat PKH dan atas dukungan penuh dari seluruh masyarakat Desa Suka Tani. Kegiatan ini tidak terlepas juga atas support dan donasi dari Sekolah Sukma Bangsa Bireuen, Nusantara Sehat, Rumoh Baca Hasan-Savvas, Marleni Pendamping PKH Kecamatan Jangka, Zulkarnaini Pendamping PKH Kecamatan Peusangan Selatan, Mirzal Pendamping PKH Kecamatan Siblah Krueng, Marliana Pendamping PKH Kecamatan Juli, Muhammad Faisal, ST Korkab PKH Kabupaten Bireuen.


Koordinator Balai Baca Rifqi Maulana Idris memberikan ruang kerjasama kepada Pendamping PKH Kecamatan Juli untuk menyukseskan kegiatan Ransel Baca di Suka Tani. Sejak tahun 2016, Balai Baca telah menginisiasi Program Ransel Baca dengan tujuan peningkatan kualitas pendidikan anak-anak di pedesaan atau perbatasan. Pada kegiatan tersebut pihaknya juga menyalurkan donasi bantuan ATK untuk 70 orang anak desa peserta kegiatan Ransel Baca.
Sementara itu, Balai Baca menjadi inisiator utama dalam menggagas kegiatan kerjasama perdana dengan Pendamping PKH Kabupaten Bireuen. Harapan yang ingin dicapai adalah kesuksesan kegiatan. Dalam hal ini keterbukaan dari Pendamping PKH adalah menyambut hangat kegiatan tersebut dengan dukungan penuh, dimana kegiatan ini dapat menjadi program PKH kedepannya.


Penulis,

Muhammad Razanur, S.P
Pendamping PKH Kabupaten Bireuen

Share:

Pendamping PKH Kabupaten Bireuen Dukung Kegiatan Ransel Baca Di Desa Suka Tani





Bireuen, (06 Mei 2018) - Sejak tahun 2016, Balai Baca telah menginisiasi Program Ransel Baca dengan tujuan peningkatan kualitas pendidikan di pedesaan dan pedalaman Aceh. Kali ini Balai Baca memilih Desa Suka Tani Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen yang tentunya mengalami kesulitan akses dalam berbagai hal, apalagi akses buku bacaan. Memberikan akses bacaan bagi anak-anak merupakan tujuan utama dari kegiatan ini, selain itu ini juga diharapkan dapat  meningkatkan perkembangan literasi di Bireuen ungkap Koordinator Balai Baca Rifqi Maulana Idris.
Program Balai Baca dalam Ransel Baca juga bekerjasama dengan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Juli, Sekolah Sukma Bangsa Bireuen dan Nusantara Sehat. Pada kegiatan tersebut pihaknya juga menyalurkan donasi bantuan ATK untuk 70 orang anak desa yang dihimpun secara terbuka dari masyarakat Bireuen.


Sementara itu, Koordinator Kabupaten Bireuen Program Keluarga Harapan Muhammad Faisal, ST yang dalam sambutan singkatnya menyampaikan suatu gerakan yang hebat dalam mencerdaskan anak-anak bangsa. Seumur hidup saya tidak pernah belajar sambil bermain dengan anak-anak desa, namun pada hari ini suatu kehormatan besar dapat berkecimpung dan berbagi dalam kegiatan Ransel Baca yang digagas oleh Balai Baca.

Ditambah lagi dengan sambutan hangat dari Direktur Sukma Bangsa Bireuen Jamilah Akbar, menyambut baik kegiatan tersebut. Dirinya mengatakan sangat mengapresiasi gerakan literasi yang digagas oleh Komunitas Balai Baca itu.
“Sebuah kebahagiaan Gerakan Sukma berbagi dapat bergabung dengan gerakan seperti ini, apalagi bersama anak-anak muda yang peduli akan daerahnya,” katanya.

Disisi lain, Sekdes Suka Tani mengatakan, kegiatan literasi tersebut terus berkesinambungan dan berkelanjutan di desanya dan mengharapkan dengan difasilitasi oleh Pendamping PKH Kecamatan Juli, kami dapat bekerja sama dengan Balai Baca untuk membangun dan menjalankan Perpustakaan Desa yang nantinya akan dimusyawarahkan dan dimasukkan kedalam RKPG.


Penulis,
Muhammad Razanur, S.P
Pendamping PKH Kabupaten Bireuen
Share:

Pendamping PKH Kabupaten Bireuen Dampingi Pembagian Rastra




Bireuen, (28 Januari 2018) - Mulai Januari 2018, Program Subsidi Beras (Rastra) telah berakhir dan berhijrah atau berubah menjadi program yang lebih baik lagi yakni Bantuan Sosial Rastra (Bansos Rastra) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Aturan dan mekanisme pembagiannya pun sudah mempunyai regulasi yang sangat baik. Setiap Desa di Kabupaten Bireuen memiliki kuota Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berdasarkan data dari tahun 2015.
Seperti halnya Desa Alu Uno Kecamatan Juli memiliki kuota KPM sebanyak 44 KK. Setiap kecamatan memiliki TKSK masing-masing. Dalam hal ini Pendamping Sosial PKH memiliki peran dan tanggung jawab dalam pendistribusian Beras Rastra di Desa-Desa. Kami sangat bersyukur bisa berada di tengah-tengah masyarakat dan menyaksikan kebahagian yang tergambar dari senyuman kecil.




Mensos: Subsidi Rastra Berhijrah ke BPNT dan Bansos Rastra
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa “Subsidi Rastra yang sudah berjalan selama 19 tahun berubah menjadi Bansos Rastra. Maka jika sebelumnya penerima rastra (raskin) harus membayar harga tebus Rp1600 per kilo, maka mulai Januari 2018 tidak ada kewajiban membayar karena sudah bansos,” terang Khofifah kepada media usai membuka Rapat Koordinasi Penyusunan Laporan Akhir Pelaksanaan Subsidi dan Pendampingan Rastra tahun 2013–2017 di Surabaya, Selasa 28 November 2017. Mensos mengungkapkan terobosan baru dalam upaya pengentasan kemiskinan ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program rastra. BPNT telah dilaksanakan secara bertahap di 44 kota pada tahun 2017. Selanjutnya, pada tahun 2018 BPNT akan diperluas pelaksanaannya di 118 Kabupaten dan 98 Kota.



“Sementara bagi yang belum mendapatkan BPNT akan diberikan Bansos Rastra, yang menandakan bahwa penerima program menerima secara gratis tanpa bayar apapun,” papar Khofifah.

“Pastikan seluruh aparat desa dan lurah nya dapat menyampaikan dengan suka cita kepada penerima manfaat bahwa subsidi rastra mulai tahun depan akan berubah menjadi bansos rastra untuk 5,6 juta KPM. Mereka tidak dipungut biaya apapun,” tegas Mensos.

Pendamping PKH Kabupaten Bireuen
Luar Biasa


Penulis,
Muhammad Razanur, S.P
Pendamping PKH Kabupaten Bireuen
Share:

Pendamping PKH Kabupaten Bireuen Sosialisasi Beras Rastra Di Desa Juli Meunasah Tambo



Desa Juli Meunasah Tambo, (09 Februari 2018) - Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) wilayah kerja Kecamatan Juli mendapat undangan untuk sosialisasi Bansos Rastra dan regulasinya. Keuchik Desa Juli Meunasah Tambo Bapak Mulyadi Abdisas mengundang Pendamping PKH untuk melakukan sosialisasi mengenai Bansos Rastra. 
Malam Jumat pukul 20.30 WIB di Mushola, Keuchik membuka rapat umum dan menyampaikan tentang Bansos Rastra yang dibantu oleh Sekdesnya. Setelah itu, Keuchik mempersilakan Pendamping PKH untuk menjelaskan secara detail. Tadi malam, Bapak Junaidi Koordinator Kecamatan Juli Pendamping PKH yang  mendapatkan waktu untuk memaparkan tentang regulasi Bansos Rastra dan tata cara pendistribusiannya. Kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab antara masyarakat dengan Pendamping PKH. Para pendamping PKH menjawab pertanyaan itu dengan bijak seperti yang dipaparkan oleh Ibu Marlin mengenai ketetapan aturan dan mekanisme penyaluran Rastra. Dilanjutkannya bahwa Bansos Rastra adalah program dari Kementerian Desa yang data penerima manfaatnya dari Basis Data Terpadu (BDT) tahun 2015 bukan dari Camat atau Keuchik itu sendiri.



Apa itu Bansos Rastra?
Mulai Januari 2018, program Subsidi Beras (Rastra) berubah menjadi program Bantuan Sosial Rastra (Bansos Rastra) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Kenapa diubah? Pemerintah ingin program ini tepat sasaran dan mudah dikontrol. Kebijakan tersebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo bahwa setiap bantuan sosial dan subsidi disalurkan secara non-tunai dan menggunakan sistem perbankan untuk kemudahan mengontrol,  memantau, dan mengurangi penyimpangan. Penggunaan sistem perbankan dengan memanfaatkan keuangan digital dimaksudkan untuk memperluas keuangan inklusif. Penggunaan beragam kartu dalam menyalurkan dana bansos agar dapat diintegrasikan dalam satu kartu.
Bansos Rastra dan BPNT diharapkan mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi seimbang kepada keluarga penerima manfaat (KPM) secara tepat sasaran dan tepat waktu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret 2016 jumlah penduduk miskin di Tanah Air sebanyak 28,01 juta atau 10,86 persen dari jumlah penduduk. Sedangkan pada Maret 2017, jumlah penduduk miskin 27,77 juta. Meski ada tren penurunan angka kemiskinan, pemerintah harus tetap bekerja keras menyelesaikan masalah ini. Tentu dengan program yang benar-benar jitu, data yang benar, penyaluran tepat sasaran, dan bisa dipertanggungjawabkan.
Subsidi Rastra yang sudah berjalan selama 19 tahun berubah menjadi Bansos Rastra. Jika sebelumnya penerima rastra harus membayar harga tebus Rp1.600 per kilogram, mulai tahun ini tidak ada kewajiban membayar karena biaya itu ditanggung pemerintah daerah.

Pendamping PKH Kabupaten Bireuen
Luar Biasa


Penulis,
Muhammad Razanur, S.P
Pendamping PKH Kabupaten Bireuen
Share:

Koordinator PKH Kabupaten Bireuen Gelar Pengajian Bersama



Kabupaten Bireuen (03 Mei 2018) - Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengadakan pengajian perdana pada hari Kamis di Aula Dinas Sosial. Dalam hal ini Bapak Muhammad Faisal, ST Koordinator PKH Kabupaten Bireuen menyampaikan bahwa penguatan kapasitas Pendamping Sosial terutama dalam bidang agama adalah langkah yang sangat baik. “Pemahaman Pendamping Sosial tidak hanya terhimpun pada materi sosial saja, tapi juga harus kuat pada pengetahuan agama. Karena mendampingi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Aceh dan Kabupaten Bireuen khususnya, memahami ilmu agama adalah faktor penting”, sebutnya saat menyampaikan kata sambutan pada pembukaan acara tersebut.


Acara pengajian bersama seluruh Pendamping Sosial dan Operator PKH Kabupaten Bireuen dimulai dari jam 09.00 WIB s.d. 12.00 WIB yang dipimpin oleh Tgk Irza, Tgk Munawir, Tgk Fajri dan Tgk Amzir. Semangat para Pendamping Sosial bersama Operator PKH mengikuti pengajian sangatlah antusias, hal ini dibuktikan dari keingin tahuan yang mendalam pada materi yang dibahas. Pengajian perdana ini membahas mengenai Puasa, menimbang tidak lama lagi Bulan Suci Ramadhan akan tiba. Tgk Fajri dalam sambutannya menyebutkan bahwa hal utama yang harus dimiliki oleh seorang pendamping adalah keikhlasan. Dimana rasa tersebut dapat memberikan tanggung jawab atas amanah yang dibebankan. Ditambahnya lagi, bekerja dibidang sosial merupakan ladang pahala apabila kita ikhlas dalam melaksanakan tugas-tugas tersebut.


Koordinator PKH Kabupaten Bireuen Bapak Muhammad Faisal, ST dalam penutupan pengajian menegaskan bahwa ini akan menjadi program rutin bulanan bagi seluruh Pendamping Sosial dan Operator PKH. Selain itu, ditekankan bahwa koordinasi dan kerjasama dalam bertugas adalah hal utama. Seusai pengajian tersebut, dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Bulan Mei dengan hasilnya adalah seluruh Pendamping PKH Kabupaten Bireuen akan melakukan refreshing bersama dalam waktu dekat ini. Selain itu, Pendamping Kecamatan Juli juga menyampaikan Program Kerja Ransel Baca yang akan dilaksanakan di Desa Suka Tani pada hari minggu tanggal 06 Mei 2018. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Komunitas Balai Baca Bireuen yang merupakan juga program rutin Balai Baca. Tujuan dari kegiatan ini adalah menumbuhkan kegemaran membaca terutama pada anak-anaknya KPM dan anak-anak lainnya.

Tambah Pendamping Kecamatan Jeumpa yang merencanakan akan melaksanakan Sunatan Masal bagi anak KPM yang ada di Kecamatan tersebut. Kesemua program kerja Pendamping PKH didukung penuh oleh Bapak Muhammad Faisal. ST selaku Koordinator PKH Kabupaten Bireuen.

Pendamping PKH Kabupaten Bireuen
Luar Biasa

Penulis,
Muhammad Razanur, S.P
Pendamping PKH Kabupaten Bireuen
Share:

Recent Posts